“‘PARUNG FIESTA’ Jalan Legenda Bertabur Hiburan Plus-plus”

13Jalan tua yang konon keberadaannya sudah ada sejak zaman Belanda ini menyimpan penawaran layanan cinta plus-plus. Kini potensi di jalan ini dijawab dengan berdirinya sebuah hotel mewah yang berkonsep one stop entertainment. Hotel ini pun siap menjadi media bagi penawaran layanan cinta yang sporadis dan liar. Kerlap-kerlip lampu di kawasan ini pun semakin semarak. Namun tetap harus ada yang diwaspadai, terutama bagi yang belum pengalaman.

Jalan Ciputat – Parung ke arah Bogor, yang disambung dengan jalan Raya Parung – Bogor adalah jalur membentang yang berusia cukup lama. Sebelum ada tol Jagorawi, jalur ini sudah dikenal sebagai jalan tradisional. Hingga kini, meski pun telah banyak jalur alternatif, masih banyak yang menggunakannya.

Khusus jalan Raya Parung – Bogor, sudah cukup lama dikenal sebagai area abu-abu, apalagi jika malam hari. Di sisi kiri-kanan jalan tersebut bertebaran wanita-wanita muda (bahkan tak sedikit yang berusia dibawah 15 tahun) penjaja cinta yang mencari sasaran pengendara mobil-mobil yang lalu lalang di jalur tersebut.

Maklum jalan ini tak pernah sepi, sekalipun tengah malam menjelang dini hari. Beberapa kali tempat operasi mereka digusur massa, namun bak ilalang mereka dengan cepat tumbuh dan beroperasi lagi.

Kini geliat kehidupan malam di sepanjang jalur seperti ‘naik kelas’. Ini berkaitan erat dengan kehadiran sebuah hotel mewah di jalan tersebut. Hotel ini nampaknya dibangun dengan konsep yang matang, sebagai jawaban atas tempat hiburan yang tak terkoordinasi alias sporadis. Halaman dan area parkir hotel ini luas dan nyaman. Di ditempat parkir itu mobil kelas menengah ke atas berjejer rapi. Bahkan tak sedikit mobil mewah.

Sistem keamanannya pun cukup terjaga dan itu ditunjukkan dengan pemeriksaan bagi semua tamu yang berkunjung. Sehingga tamu atau pengunjung yang datang merasa nyaman dan aman. Tak mengherankan jika hotel mewah ini seperti langsung mendapat jawaban begitu berdiri tegak dan siap operasi. Apalagi konsepnya one stop entertainment dengan fasilitas yang tersedia.

Kesan mewah langsung terlihat begitu memasuki kompleks hotel ini. Posisinya yang agak jauh dari jalan raya menciptakan rasa nyaman bagi tamu yang datang membawa kendaraan sendiri. Sementara letak bangunan dan area parkir yang agak landai dan rendah dari jalan raya memberi kesan eksotis bagi siapa saja yang pertama kali datang.

Setidaknya terdapat tiga bangunan utama di dalam kompleks hotel ini. Bangunan utama yang terdiri dari dua hingga tiga lantai berada di depan. Dalam bangunan ini terdapat lobi, restoran, hotel, karaoke, diskotek dan live music. Bangunan yang berada di sebelah kanan dan belakang bangunan utama sepenuhnya menjadi kamar-kamar hotel.

Yang menarik, bangunan yang terdiri dari dua lantai itu mengedepankan privasi. Tamu dapat memarkir mobil di bawah dan langsung memasuki kamar yang berada di lantai dua melalui anak tangga.

Hotel ini berlokasi di pinggir jalan raya. Tak begitu sulit menemukannya karena bangunannya yang megah dan cukup mencolok. Pada malam hari terlihat kelap-kelip lampu yang menjadi penanda keberadaan hotel tersebut.

Para pemburu kesenangan hiburan malam menjadikan tempat ini sebagai alternatif. Ada beberapa alternatif pilihan: berkaraoke, berdisko, mendengarkan live music dangdut, atau beristirahat sejenak bersama teman kencan.

Menjadikan tempat ini sebagai pilihan untuk berkaraoke, sepertinya tidak akan mengecewakan. Paling tidak ada belasan ruangan karaoke yang dapat dimanfaatkan. Ruangannya cukup luas. Fasilitas yang tersedia pun tak kalah dibanding dengan fasilitas karaoke yang terdapat di kawasan Kota, misalnya.

Setiap ruangan dilengkapi dengan toilet yang berada di dalam. Hanya saja untuk memutar lagu harus memintanya melalui operator, karena fasilitas data base di komputer tidak tersedia.

“Tamu nggak perlu bersusah-susah mencari lagu, tinggal sebutkan judul dan penyanyi, operator akan segera memutarnya,” tutur seorang waitress. Data base lagu disediakan di setiap ruangan.

Ada dua tipe pilihan ruangan karaoke, yakni VIP Room dan regular. Kedua tipe hanya dibedakan berdasarkan kapasitas ruangan. VIP Room sedikit lebih luas dibanding tipe regular.

Jika menyebut ukuran sebuah ruangan karaoke berdasarkan jumlah, ruangan karaoke tipe regular setidaknya mampu memuat 6 tamu atau dua belas orang. Artinya, tamu yang datang berenam, masing-masing dapat memilih pemandu lagu yang disediakan di sana.

Memang, berkaraoke dengan didampingi pemandu lagu (sering juga disebut sebagai lady companion, nona-nona atau lady escort) mampu membuat suasana lebih hidup. Pemandu lagu ini umumnya gadis-gadis muda yang memiliki cukup kemampuan bernyanyi dan menyenangkan tamu-tamu.

Untuk dapat menggunakan jasa mereka dikenakan bayaran per jam. Tarif seorang nona di karaoke yang berada di hotel ini tak lebih dari Rp.50 ribu perjam. Tentu saja harga tersebut di luar tips, makanan, minuman dan rokok yang mereka pesan.

Nona-nona ini rata-rata masih muda-muda. Menurut seorang Mami-nya, wanita yang mengkoordinir para nona-nona tersebut, anak asuhnya berusia antara 18 tahun hingga 25 tahun. Selain berparas ayu, mereka profesional dengan tugasnya.

“Anak asuhku semuanya muda-muda. Lihat saja Mami-nya, masih muda, kan?” katanya mempromosikan diri sendiri dan anak asuhnya. Memang, melihat raut muka dan parasnya, Mami tersebut masih tergolong muda. Maksimal berusia 35 tahun.

Untuk menggunakan jasa pemandu lagu dikenakan tarif tak lebih dari Rp.50 ribu per jam. Mereka dapat diminta menemani tamu hingga waktu berakhir atau minimal dua jam. Limit dua jam ini sama dengan waktu minimal pemakaian ruangan yang juga dua jam.

Artinya, jika seseorang ingin berkaraoke, dia harus menggunakannya minimal selama dua jam. Namun, saat ini tengah berlangsung program promo. Hanya dengan membayar Rp.300 ribu (untuk makan dan minum, room free), tamu berhak menggunakan ruangan karaoke hingga tutup pada pukul 02.00. Tak hanya itu, tamu pun akan mendapatkan komplimen minuman tertentu.

One thought on ““‘PARUNG FIESTA’ Jalan Legenda Bertabur Hiburan Plus-plus””

  1. The popular the page while using links, the harder inevitable that somebody will edit it, removing the links and any probability of gaining.

    Formative assessment – Formative assessment is mostly performed within a
    course or project. * Ability to change others perceptions
    by democratic means.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s